fbpx

Huta Siallagan: Menelusuri Fakta Menarik di Desa Adat yang Penuh Cerita

Huta Siallagan: Menelusuri Fakta Menarik di Desa Adat yang Penuh Cerita – Huta Siallagan merupakan sebuah desa adat yang terletak di Pulau Samosir. Pulau ini tak hanya memiliki keindahan alam saja, tetapi juga kaya akan budaya Batak, salah satu suku Indonesia yang berasal dari daerah Sumatera Utara.

Desa ini memikat wisatawan dengan penuh sejarah dan budaya. Mari kita menelusuri fakta menarik di Huta Siallagan dan memahami nilai-nilai budaya yang dijaga dengan baik.

Sejarah Singkat Huta Siallagan

huta siallagan

Bukti bahwa pulau ini kaya akan budaya batak adalah Huta Siallagan, sebuah desa di kawasan Ambarita di Pulau Samosir yang memperlihatkan keaslian bangunan tradisional dan juga pertunjukan budaya Batak.

Menurut pemandu desa tersebut, Huta artinya desa-desa dan Siallagan artinya nama keluarga raja yang mendirikan desa tersebut. Marga pendiri huta disebut marga kerajaan atau marga Tano. Marga lain yang tinggal di huta itu juga disebut marga Boru.

Siallagan sendiri merupakan marga Batak Toba keturunan Raja Nai Ambaton yang mengikuti garis keturunan Raja Isumbaon, yang merupakan putra kedua si Raja Batak.

Jenis Rumah Adat Huta Siallagan

rumah bolon di huta siallagan 169

Salah satu hal yang menarik tentang Huta Siallagan ialah bangunan tradisional yang memukau. Rumah-rumah tradisional Batak Toba yang berderet rapi memperlihatkan keunikan desain yang indah.

Dengan atap bertingkat dan ukiran kayu yang rumit, rumah-rumah ini menjadi simbol kekayaan budaya dan kemegahan masa lalu. Setiap bangunan menunjukkan kepiawaian dan keahlian tangan-tangan terampil nenek moyang kita.

Ada tiga jenis rumah ada d Huta Siallagan yaitu rumah Bolon, rumah Siamporik, dan rumah Sibola Tali. Rumah Bolon lebih besar, memiliki tangga di dalam dan merupakan tempat tinggal raja dan putra-putranya.

Rumah Siamporik, bentuknya lebih kecil dengan tangga di luar, rumah keluarga yang diundang untuk tinggal di Huta (marga Boru, Bere dan Siallagan yang bukan keturun bangsawan).

Sedangkan rumah Sibola Tali lebih tipis dan kecil, tempat tinggal kerabat (putra) raja. Bedanya dengan rumah Balon, anak laki-laki tertua berhak menghuni.

Ciri Khas Huta Siallagan

batu persidangan

Salah satu ciri khas Huta Siallagan ini ialah adanya batu kursi atau batu persidangan dan batu oarhapura dan dikelilingi oleh dinding batu setinggi 1,5 meter. Batu persidangan ini adalah tempat Raja Siallagan kuno mengadili para penjahat.

Di sebelah batu persidangan ini tumbuh sebuah pohon yang disebut “Pohon Kebenaran” atau pohon Hariar. Semua keputusan hukum raja dipindahkan atau disumpah ke pohon ini.

Selain batu persidangan, di Huta Siallagan juga terdapat makam Raja Siallagan dan keturunannya, beberapa makam masih berupa batu seperti pada masa Megalitikum. Selain itu, di tempat eksekusi terdapatt tempat hukuman bagi koruptor yang sudah terpidana, rumah untuk menangkap koruptor, berbagai totem kayu, dan juga boneka Sigale-gale.

Aktivitas Lainnya di Huta Siallagan

sigale gale

Menurut pemanda, boneka Sigale-Gale unik karena bisa menari bahkan menetaskan air mata dan bergerak secara mandi saat ritual tertentu. Tujuan dari ritual tersebut adalah untuk memanggil arwah orang mati. Karena sebenarnya tidak ada upacara pemanggilan arwah, penulis tidak dapat membuktikan bahwa boneka ini bergerak sendiri.

Meskit tidak bisa melihat pertunjukan boneka Sigale-Gale menari, Anda tetap bisa menyaksikan pertunjukan boneka Sigale-Gale bahkan ikut serta dalam menari tor-tor. Kompleks ini memiliki pemandu tari yang mengajar dan membimbing Anda menari. Selain itu, Anda juga dapat mengenakan topi dan syal di luar yang menambah nuansa tradisional Batak.

Nah, tunggu apalagi nih. Jangan lewatkan kesempatan menelusuri desa yang penuh cerita ini dengan paket wisata dari kami PasTravelindo. Jasa travel dan tour terpercaya di medan.

Aisya Salsabila
Aisya Salsabila