fbpx

Fakta Menarik Tugu Titik Kilometer Nol: Monumen Paling Barat Indonesia.

Fakta Menarik Tugu Titik Kilometer Nol: Monumen Paling Barat Indonesia- Indonesia memiliki bentang geografis yang cukup luas sehingga perlu dibuatkan penanda di bagian luar persis di ujung paling luar. Penanda ini disebut dengan titik nol kilometer.

Tugu Kilometer Nol RI biasa disebut Monumen Kilometer Nol merupakan penanda geografis yang unik di Indonesia. Hal ini sangat berkaitan dengan simbol perekat Nusantara dari Sabang di Aceh sampai Merauke.

Tugu ini bukan saja menjadi penanda ujung terjauh bagian barat di Indonesia tetapi juga menjadi objek wisata sejarah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Lokasinya terletak di Hutan Wisata Sabang tepatnya di Desa Iboih Ujong Ba’u, Kecamatan Sukakarya. Sekira 5 km dari Pantai Iboih. Letaknya di sebelah barat kota Sabang sekira 29 kilometer atau memakan waktu 40 menit berkendara.

Fakta Menarik Tugu Titik Kilometer Nol

Di Bagian paling barat terdapat Tugu Nol Kilometer Indonesia yang terletak di Pulau Weh. Penanda yang sama juga bisa Anda temukan di ujung paling Timur Indonesia yang disebut dengan Tugu Nol Kilometer Indonesia Merauke

Sejarah Tugu kilometer Nol

Sabang adalah kota yang berada di sisi paling Barat Indonesia.  Statusnya sebagai kota paling barat di Indonesia ini membuat Sabang memiliki Tugu Nol Kilometer atau disebut juga Monumen Kilometer Nol

Tugu kilometer nol disabang memiiki sejarah yang panjang dan menarik. Tugu ini dibangun pada tahun 1922 oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai penanda titik awal jarak di Indonesia, yaitu nol kilometer dari jalur telegraf yang menghubungkan Sabang dan Kilometer 10 di sebelah barat Banda Aceh. 

Sabang merupakan pintu gerbang Indonesia ke Samudra Hindia dan menjadi lokasi yang strategis selama masa penjajahan. Pada masa perang dunia kedua, Sabang menjadi lokasi pertempuran sengit antara pasukan Jepang dan sekutu. 

Setelah Indonesia merdeka, tugu ini tetap dijaga dan dirawat sebagai simbol persatuan dan kesatuan bangsa. Pada tahun 1990, tugu kilometer nol di Sabang direnovasi dan diberi sentuhan seni kontemporer oleh seniman Indonesia yang bernama Dolorosa Sinaga. 

Tugu ini merupakan tugu penanda titik nol yang ada di Indonesia. Tugu ini berlokasi di desa Iboih, 29 Km dari kota sabang. Sejarah awal dibangun Tugu Nol Kilometer Sabang yaitu berupa bangunan setinggi 22,5 meter sebelum di renovasi. Bangunan pertama kali dibangun dan diresmikan pada 9 september 1957 oleh wakil Presiden Try Sutrisno. 

Selanjutnya untuk menarik daya tarik wisata ke Sabang, badan Pengawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS Sabang) merenovasi pada tahun 2015 dan selesai pada tahun 2017. Pembangunan ini menghasilkan karya baru berupa bangunan yang lebih tinggi yang mencapai 43,6 meter. 

Fakta menarik tugu titik nol kilometer

Tugu nol kilometer sabang sebenarnya tidak dibangun tepat di garis terluar sisi barat Indonesia. Secara geografis sisi paling barat Indonesia adalah Pulau Lhee Blah tepatnya di Pulau Breuh. Pulau Breuh merupakan salah satu pulau yang ada di Kepulauan Aceh. 

Selain itu tugu ini juga sebagai penanda titik awal jarak, tugu ini juga memiliki makna simbolis yang penting. 

Monument yang berbentuk lingkaran dan bagian atas dengan lingkaran menyempit serta di bagian atas terdapat patung Burung Garuda yang menggenggam angka nol. Terdapat prasasti yang menyatakan posisi geografis yang ditandatangani oleh Menteri Riset dan Teknologi yaitu Bapak B.J Habibie

Saat berkunjung ke Tugu Nol kilometer ini, Anda akan menemukan beberapa filosofi serta pesan-pesan kebangsaan yang menyatukan keberagaman Indonesia.

Pertama, empat pilar kokoh yang menyangga bangunan merupakan simbol batas-batas Indonesia, yaitu Sabang sampai Merauke dan Miangas sampai Pulau Rote. Kemudian Anda juga akan melihat sebuah lingkaran besar pada tugu yang menjadi analogi dari angka nol. 

Kemudian, ornamen berbentuk segi delapan menggambarkan landasan ajaran islam, kebudayaan Aceh dan Nusantara dalam lingkup yang luas. Ada pula motif senjata pusaka warga Aceh, Rencong. Ini merupakan simbol keikutsertaan warga Aceh dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. 

Nah gimana apakah pengetahuan Anda bertambah tentang sejarah tugu nol kilometer? 

Simak informasi lainnya, disini

Hafiz Ali
Hafiz Ali

Hafiz Ali adalah seorang travel guide yang sangat mencintai Indonesia. Ia memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dalam industri pariwisata dan telah membantu banyak orang dalam merencanakan perjalanan mereka di seluruh Indonesia.

Selain memiliki keahlian dalam memberikan informasi tentang tempat wisata yang menarik di Indonesia, Hafiz juga sangat tertarik dengan sejarah dan budaya setiap daerah yang ia kunjungi. Ia senang mempelajari sejarah dan tradisi lokal, dan membagikan pengetahuannya kepada para wisatawan yang ia temui.

Selain itu, Hafiz juga seorang pencinta kuliner yang sangat berpengalaman dalam menemukan tempat makan yang lezat dan khas di setiap daerah yang ia kunjungi. Ia memiliki pengetahuan tentang makanan dan minuman tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, dan senang membagikan rekomendasinya kepada para wisatawan.

Dalam karyanya sebagai travel guide, Hafiz selalu berusaha untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pelanggan yang ia temui. Ia selalu memastikan bahwa setiap perjalanan yang ia rencanakan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan, dan selalu memberikan saran dan tips yang berguna untuk membantu pelanggan menikmati perjalanan mereka.